Friday, 26 April 2013

Tulisan 3: Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Filsafat

Diposkan oleh C. Sheilla di 14:37
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Filsafat

Pengertian Filsafat
Menurut bahasa, filsafat berasal dari bahasa Arab falsafah, filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia, yaitu Philo yang berarti cinta dan shopia yang berarti kebenaran, kebijaksanaan, jadi dapat diartikan secara harafiah ‘pencinta kebijaksanaan’.

Tiga ciri berfikir filsafat: 
Berfikir radikal
Radikal berasal dari radix (bahasa Yunani), berarti akar. Berpikir radikal, berpikir sampai ke akar-akarnya, tidak tanggung-tanggung, sampai kepada konsekuensinya yang terakhir, berpikir itu tidak separuh-paruh, tidak berhenti di jalan, tapi terus sampai ke ujungnya. Tidak ada yang tabu, tidak ada yang suci, tidak ada yang yang terlarang bagi berpikir yang radikal itu.
2.      Berfikir sistematis
Sistemik adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Berpikir sistematis ialah berpikir logis, yang bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran dengan urutan yang bertanggung jawab dan saling-hubungan yang teratur.
3.      Berfikir universal
Universal berarti umum, jadi berpikir universal tidak berpikir khusus, terbatas pada bagian-bagian tertentu, tapi mencakup keseluruhannya. Berpikir tentang hujan misalnya, bukan terbatas dengan kemarin atau yang hari ini, tapi seluruh hujan. Berpikir tentang manusia tidak hanya mengenai manusia Indonesia, manusia Afrika, manusia Eropa, tapi manusia sebagai makhluk. Lawan umum (universal) ialah khusus perkara yang khusus masuk lapangan ilmu.

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Filsafat 
IBD dan filsafat adalah dua kata yang saling berkaitan baik secara substansial maupun historis.Kelahiran IBD tidak terlepas dari filsafat(substansial).Sebaliknya perkembangan IBD memperkuat keberadaan filsafat. Oleh karena itu, filsafat mencoba mengembalikan roh & nilai luhur dari IBD dan kemudian filsafat akan mempertegas bahwa IBD adalah instrumen dalam mencapai kesejahteraan tidak semata2 untuk tujuan tertentu saja.

Apabila dibandingakan definisi kebudayaan dan definisi filsafat, keduanya bertemu dalam hal berfikir. Kebudayaan adalah cara berfikir, sedangkan filsafat adalah cara berfikir secara logis, sistematis dan universal. Dengan demikian jelaslah bahwa filsafat itu mengendalikan cara berfikir kebudayaan, oleh karena itu perbedaan kebudayaan dapat dikembalikan kepada perbedaan filsafat. Pendekatan filosofis yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata, yang hanya terbatas pada pengalaman.

Filsafat dan masalah manusia, masalah manusia dalam keseharian dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Immerdiate problems yaitu masalah-masalah praktis sehari-hari, yang berkenaan dengan keperluan-keperluan pribadi yang mendesak, yang tidak seorang pun dapat mengelakan diri darinya. 
  • Ultimate problems yaitu berkenaan dengan hakikat manusia itu sendiri, alam semesta, dan Tuhan.
 Dengan belajar filsafat, diharapkan seseorang untuk:

1.  Berusaha untuk mengetahui apa yang telah diketahui dan apa yang belum diketahui.
2. Berendah hati bahwa tidak semua hal akan pernah diketahuinya dalam alam yang tak terbatas ini.
3.  Mengoreksi diri, berani melihat sejauh mana kebenaran yang di cari telah dijangkaunya.
4. Tidak apatis terhadap lingkungan dan terhadap nilai yang hidup dalam masyarakat.
5. Senantiasa memberikan makna bagi setiap amal perbuatannya.

 Hubungan Kebudayaan dan Filsafat 
Kebudayaan menurut Mukti Ali adalah budi daya, tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia di gerakan oleh akal dan perasaannya. Yang mendasari semua itu adalah ucapan hatinya. Dan ucapan batin itu merupakan keyakinan dan penghayatannya terhadap sesuatu yang dianggap benar. Apa yang dianggap benar itu besar atau kecil adalah agama. Dan agama, sepanjang tidak diwahyukan adalah ia hasil pemikiran filsafat. 

Apabila diperbandingkan definisi kebudayaan dan definisi filsafat, keduanya bertemu pada hal “berpikir”. Kebudayaan adalah cara berpikir. Sedangkan filsafat ialah cara berpikir secara radikal, sistematik dan universal. Berpikir demikian berujung pada setiap jiwa atau ucapan batin. Manifestasinya adalah sikap hidup dan pandangan hidup. Dengan demikian jelaslah, betapa filsafat itu mengendalikan cara berpikir kebudayaan. Di belakang setiap kebudayaan selalu kita temukan filsafat. Perbedaan kebudayaan dapat di kembalikan kepada beberapa filsafat. 

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Sedangkan kebudayaan adalah sebuah tradisi atau kebudayaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Beberapa pendapat juga mengatakan bahwa apabila filsafat dibandingkan dengan budaya, maka akan memiliki satu kesamaan hanya saja ilmu filsafat itu mengkaji sebuah ilmu melalui dasarnya sedangkan budaya sebuah ilmu yang mempelajari suatu dasar berfikir manusia dari kegiatan (aktifitas) sehari-hari. Dengan demikian jelaslah bahwa filsafat itu mengendalikan cara berfikir kebudayaan, oleh karena itu perbedaan kebudayaan dapat dikembalikan kepada perbedaan filsafat. Pendekatan filosofis yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata, yang hanya terbatas pada pengalaman.

Sumber: 
http://ilmu-b-dasar.blogspot.com/2012/12/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam.html

0 komentar:

Post a Comment

Friday, 26 April 2013

Tulisan 3: Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Filsafat

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Filsafat

Pengertian Filsafat
Menurut bahasa, filsafat berasal dari bahasa Arab falsafah, filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia, yaitu Philo yang berarti cinta dan shopia yang berarti kebenaran, kebijaksanaan, jadi dapat diartikan secara harafiah ‘pencinta kebijaksanaan’.

Tiga ciri berfikir filsafat: 
Berfikir radikal
Radikal berasal dari radix (bahasa Yunani), berarti akar. Berpikir radikal, berpikir sampai ke akar-akarnya, tidak tanggung-tanggung, sampai kepada konsekuensinya yang terakhir, berpikir itu tidak separuh-paruh, tidak berhenti di jalan, tapi terus sampai ke ujungnya. Tidak ada yang tabu, tidak ada yang suci, tidak ada yang yang terlarang bagi berpikir yang radikal itu.
2.      Berfikir sistematis
Sistemik adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Berpikir sistematis ialah berpikir logis, yang bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran dengan urutan yang bertanggung jawab dan saling-hubungan yang teratur.
3.      Berfikir universal
Universal berarti umum, jadi berpikir universal tidak berpikir khusus, terbatas pada bagian-bagian tertentu, tapi mencakup keseluruhannya. Berpikir tentang hujan misalnya, bukan terbatas dengan kemarin atau yang hari ini, tapi seluruh hujan. Berpikir tentang manusia tidak hanya mengenai manusia Indonesia, manusia Afrika, manusia Eropa, tapi manusia sebagai makhluk. Lawan umum (universal) ialah khusus perkara yang khusus masuk lapangan ilmu.

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Filsafat 
IBD dan filsafat adalah dua kata yang saling berkaitan baik secara substansial maupun historis.Kelahiran IBD tidak terlepas dari filsafat(substansial).Sebaliknya perkembangan IBD memperkuat keberadaan filsafat. Oleh karena itu, filsafat mencoba mengembalikan roh & nilai luhur dari IBD dan kemudian filsafat akan mempertegas bahwa IBD adalah instrumen dalam mencapai kesejahteraan tidak semata2 untuk tujuan tertentu saja.

Apabila dibandingakan definisi kebudayaan dan definisi filsafat, keduanya bertemu dalam hal berfikir. Kebudayaan adalah cara berfikir, sedangkan filsafat adalah cara berfikir secara logis, sistematis dan universal. Dengan demikian jelaslah bahwa filsafat itu mengendalikan cara berfikir kebudayaan, oleh karena itu perbedaan kebudayaan dapat dikembalikan kepada perbedaan filsafat. Pendekatan filosofis yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata, yang hanya terbatas pada pengalaman.

Filsafat dan masalah manusia, masalah manusia dalam keseharian dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Immerdiate problems yaitu masalah-masalah praktis sehari-hari, yang berkenaan dengan keperluan-keperluan pribadi yang mendesak, yang tidak seorang pun dapat mengelakan diri darinya. 
  • Ultimate problems yaitu berkenaan dengan hakikat manusia itu sendiri, alam semesta, dan Tuhan.
 Dengan belajar filsafat, diharapkan seseorang untuk:

1.  Berusaha untuk mengetahui apa yang telah diketahui dan apa yang belum diketahui.
2. Berendah hati bahwa tidak semua hal akan pernah diketahuinya dalam alam yang tak terbatas ini.
3.  Mengoreksi diri, berani melihat sejauh mana kebenaran yang di cari telah dijangkaunya.
4. Tidak apatis terhadap lingkungan dan terhadap nilai yang hidup dalam masyarakat.
5. Senantiasa memberikan makna bagi setiap amal perbuatannya.

 Hubungan Kebudayaan dan Filsafat 
Kebudayaan menurut Mukti Ali adalah budi daya, tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia di gerakan oleh akal dan perasaannya. Yang mendasari semua itu adalah ucapan hatinya. Dan ucapan batin itu merupakan keyakinan dan penghayatannya terhadap sesuatu yang dianggap benar. Apa yang dianggap benar itu besar atau kecil adalah agama. Dan agama, sepanjang tidak diwahyukan adalah ia hasil pemikiran filsafat. 

Apabila diperbandingkan definisi kebudayaan dan definisi filsafat, keduanya bertemu pada hal “berpikir”. Kebudayaan adalah cara berpikir. Sedangkan filsafat ialah cara berpikir secara radikal, sistematik dan universal. Berpikir demikian berujung pada setiap jiwa atau ucapan batin. Manifestasinya adalah sikap hidup dan pandangan hidup. Dengan demikian jelaslah, betapa filsafat itu mengendalikan cara berpikir kebudayaan. Di belakang setiap kebudayaan selalu kita temukan filsafat. Perbedaan kebudayaan dapat di kembalikan kepada beberapa filsafat. 

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Sedangkan kebudayaan adalah sebuah tradisi atau kebudayaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Beberapa pendapat juga mengatakan bahwa apabila filsafat dibandingkan dengan budaya, maka akan memiliki satu kesamaan hanya saja ilmu filsafat itu mengkaji sebuah ilmu melalui dasarnya sedangkan budaya sebuah ilmu yang mempelajari suatu dasar berfikir manusia dari kegiatan (aktifitas) sehari-hari. Dengan demikian jelaslah bahwa filsafat itu mengendalikan cara berfikir kebudayaan, oleh karena itu perbedaan kebudayaan dapat dikembalikan kepada perbedaan filsafat. Pendekatan filosofis yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata, yang hanya terbatas pada pengalaman.

Sumber: 
http://ilmu-b-dasar.blogspot.com/2012/12/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam.html

No comments:

Post a Comment

 

Kumpulan Tugas Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review